Rabu, April 24, 2024

Bacaleg DPD RI Partai Gerindra di Makassar, Diduga Gelapkan Uang Masyarakat Rp.50 Juta.

MAKASSAR, CTN.com –Bakal Calon Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia, (Bacaleg DPD-RI) dari Partai Gerindra di Makassar, diduga gelapkan uang warga sebesar Rp. 50 juta dengan iming-iming memberikan pekerjaan di salah satu perusahaan milik Negara, Senin (29/11/2023)

Bacaleg tersebut berinisial HS, ia juga diketahui ketua Karang Taruna Sulawesi Selatan (Sulsel), sementara warga yang menjadi korban inisial AN,

Kronologi

AN mengaku akan di pekerjakan oleh HS di kantor Bank BTN Makassar, Gagal di Bank BTN ANpun akhirnya di fasilitasi oleh HS untuk di pekerjakan di PDAM, tak ada kepastian soal pekerjaan saat itu, akhirnya AN mengurungkan niatnya dan tidak mau lagi lantaran terlalu lama menunggu, Iapun meminta seluruh uang yang telah di serahkan kepada HS untuk di kembalikan.

Menurut AN dirinya memberikan uang sebesar 50 jt kepada HS secara bertahap, tahap pertama kata AN, dirinya memberikan uang kepada HS sebesar 20 jt rupiah di rumah makan torani jl. Urip sumiharjo, kemudian tahap kedua dirinya memberikan uang 30 jt rupiah di belakang kantor KPU jalan Ap. Pettarani

” Saya kasiki uang di rumah makan torani di Jalan Urip Sumoharjo tahap pertama 20 juta dijanji dikasih masuk di Bank BTN, kemudian penyerahan uang kedua kalinya pada bulan Februari tahun 2023 sisanya 30 juta saya kasiki di jalan pettarani dibelakang kantor KPU ” terang korban AN

AN mengaku sangat berharap dipekerjakan di kantor Bank BTN, AN rela mengeluarkan uang puluhan juta rupiah untuk diserahkan ke HS sehingga bisa dipekerjakan di perusahaan milik negara, dirinya baru tersadar dan merasa di tipu uang yang di serahkan kepada HS berkali-kali diminta tak kunjung dikembalikan bahkan telfon AN juga tak kunjung diangkat.

Penjelasan Bacaleg

Sementara itu HS yang di konfirmasi beberapa pekan lalu di Kantor Gerindra Jl. Ap.Petarani mengaku sebagai ketua bappilu dan ketua salah satu organisasi besar di sulsel

Menurutnya hal tersebut tidak ada unsur penipuan dan sebenarnya sudah lolos namun terkendala lantaran Askar telah di tetapkan sebagai tersangka di kejaksaan sehingga sulit baginya untuk meminta uang tersebut.

” Jadi begini kondisinya Askar ini lagi tersangka, ini kan belakangan masuk, kalau itu pacarnya sudah masuk mi, dia mau menyusul nah sementara si Askar diproses di kejaksaan, sekarang saya sulit maksimalkan masuk cuman ini anak terlalu gelisah ” Ungkap HS

Andaikan tidak dekat dengan orang tua FN kata HS dirinya sudah lama melaporkan AN lantaran melakukan pencemaran nama baik di media sosial, cuman dirinya tak mau mempersoalkannya lebih jauh lantaran dirinya hanya memfasilitasi saja.

” Kalau saya tidak dekat dengan bapaknya Firman sudah lama mi saya laporkan pencemaran nama baik, cuma kan saya tidak mau masuk di wilayah situ karena saya ini dalam rangka memediasikan saya membantu sudah 2 orang yang saya golkan masuk sebagai anggota di PDAM ” Terangnya

Kegagalan itu kata HS akibat kondisinya Askar dengan kabag keuangan yang merekrut anggota di tetapkan sebagai tersangka oleh kejaksaan, jadi  kalau memang begitu kondisinya dirinya siap menyelesaikan dan tidak ada masalah

Disinggung Soal Bank BTN HS malah dan uang yang di ambilnya dirinya berkilah dan mengaku tak mengetahui soal Bank BTN, dirinya hanya mengaku soal PDAM

” Tidak ada di Bank BTN tapi PDAM, dia mau pengembalian, nah sekarang kondisi pengembalian bagaimana, sementara Askar tersangka, kalau saya ambil di situ tidak bisa mi jadi saya bilang mending saya yang usahakan tanpa Askar,  Saya mau bertanggung jawab mengembalikan, kalau saya di desak saya bilang sabar tunggumi ” Tutupnya

KABAR TERKAIT

TRENDING

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

JANGAN LEWATKAN